aktivitas ibu hamil

2.1 AKTIVITAS IBU HAMIL

2.1.1 Pengertian Aktivitas

Kata aktivitas berasal dari bahasa Inggris “activity” yang artinya adalah kegiatan. Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia aktivitas dapat diartikan sebagai kegiatan atau kesibukan.

2.1.2 Pengertian Ibu Hamil

Ibu hamil adalah ibu yang mengandung mulai trimester I s/d trismester III.

2.1.3 Aktivitas Ibu Hamil

Semua kegiatan atau kesibukan yang dilakukan oleh seorang wanita yang sedang mengandung janin mulai trimester 1 sampai trimester ke 3.

2.2 JENIS AKTIVITAS

2.2.1 Olahraga

Olahraga semasa hamilpun dapat diteruskan, hanya saja olahraga yang dilakukan bukanlah yang berbahaya dan mengandung resiko, seperti balapan mobil, berkuda, lompat-lompat, arum jeram dan sebagainya, tapi olahraga yang dilakukan adalah olahraga yang ringan selama 5 – 30 menit, misalnya jalan pagi, senam ringan, berenang dan sebagainya.

1. Jalan Pagi

  1. Memberi manfaat kardiovaskuler tanpa mengalami banyak tekanan di lutut dan pergelangan kaki.
  2. Bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja selama 9 bulan penuh.

2. Yoga

  1. Membantu menjaga kelenturan sendi-sendi dan mempertahankan fleksibilitas, memperkuat system otot, merangsang peredaran darah dan membuat rileks.

3. Latihan Beban

a.   Menyiapkan tubuh mengangkat beban kelak setelah bayi lahir, mengurangi resiko cidera selama kehamilan dengan menguatkan otot-otot di sekeliling sendi.

  1. Angkt beban yang terlalu berat bisa mengakibatkan otot menjadi tegang, dan tekanannya yang berlebihan bias membahayakan perut.
  2. Caranya : dengan posisi duduk kaki dikasih barbell 1 kg diayun-ayunkan.

4. Berenang

Alasan berenang dianjurkan bagi ibu hamil :

a.   Renang dapat melatih paru-paru dan jantung.

b.   Ketika berenang, suhu badab ibu stabil sehingga gangguan pada janin akibat meningkatnya uhu tubuh ibu tidak akan terjadi.

c.   Renang membantu menguatkan otot-otot rahim dan sendi-sendi panggul sehingga diharapkan pada proses melahirkan menjadi lebih mudah.

  1. Renang menjaga tubuh ibu hamil selalu bugar selama ia menjalani kehamilannya.

Hal yang perlu diperhatikan :

  1. Jangan melakukan gaya punggung terjadi penekanan pada penbuluh darah di bagian belakang rahim.
  2. Jangan melakukan gaya kupu-kupu terlalu banyak melibatkan gerakan pada bagian pinggang sehingga dikhawatirkan akan terjadi benturan pada janin.
  3. Lakukan 3x dalam seminggu dan jangan lebih dari 30 menit berenang lebih dari 30 menit justru akan meningkatkan suhu dalam kandungan.
  4. Lakukan olahraga ini di pagi hari sebelum pukul 10.00 WIB dan sore hari sesudah pukul 15.00 WIB agar tidak terkena sinar ultraviolet dan udara yang panas karena sangat tidak baik bagi janin.

Gaya yang dianjurkan :

a.   Melakukan gerakan secara tenang, perlahan-lahan, santai dan jangan ada benturan agar rahim tidak terguncang.

b.   Bagi ibu yang tidak bisa berenang, cukup melakukan gerakan berjalan di kolam renang yang dangkal.

  1. Ibu hamil dianjurkan unuk melakukan gaya bebas tetapi pelan-pelan dan tidak keras, dan gaya dada karena gaya inilah yang paling tenang, perlahan dan tidak ada benturan.

2.2.2 Naik Tangga

  1. Naik tangga diyakini sebagai salah satu yang sering dianggap pencetus keguguran atau bayi lahir premature. Jika selama atau setelah beraktivitas naik turun tangga kondisi ibu malah tidak fit.
  2. Tandanya ibu hamil yang terengah-engah yang merupakan tanda kekurangan oksigen, akibatnya aktivitas ini dapat mengundang kontraksi.
  3. Jika naik tangga dilakukan secara pelan-pelan dan tidak menguras tenaga, maka aktivitas ini tidak mengundang masalah.
  4. Sedapat mungkin hindari naik turun tangga untuk meminimalkan kemungkinan jatuh terpeleset yang akan menyebabkan trauma atau sesuatu yang buruk pada kehamilan.

2.2.3 Menyetir

  1. Menyetir memang beresiko bagi ibu hamil.
  2. Kondisi perut ibu yang semakin membesar sehingga menyulitkan.
  3. Meminimalkan masalah psikis dan stress, terutama bila terjebak macet di jalan.
  4. Sters memicu kontraksi, akibatnya si janin lahir sebelum waktunya.
    1. Hal yang perlu diperhatikan jika ibu hamil terpaksa menyetir
    2. Posisi setir agar tidak menekan posisi perut.
    3. Jok atau tempat duduk harus nyaman dan posisi kaki tidak boleh menggntung.
    4. Agar perut tidak tersenggol oleh setir, ada baiknya pasangi bantal di depan perut yang akan berfungsi sebagai peredam.
    5. Memilih sabuk pengaman yang baik yakni yang bersifat elastis dan dapat mengikuti gerak dan bentuk tubuh sekaligus bila mobil direm mendadak sabuk ini mampu menyentak ke belkang tanpa mengganggu kehamilan.
    6. Selewat usia kehamilan 8 bulan sebaiknya ibu tidak menyetir dulu.
    7. Kalau kondisi memaksa untuk menyetir sendiri pada usia kehamilan 8 bulan, sebaiknya didampingi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

2.2.4 Berdiri Terlalu Lama

  1. Banyak ibu hail mengalami varises, gusi berdarah atau hipotensi. Sebab saat hamil terjadi pelebaran pembuluh darah akibat pengaruh hormone progesterone.
  2. Ibu hamil yang mengalami hipotensi berdiri terlalu lama, bisa beresiko terjatuh dan mengakibatkan trauma pada kandungannya, terjadi karena perfusi jaringan berkurang. Pusing dan pandangan yang gelap karena suplai darah ke otak yang berkurang.
  3. Tidak ada patokan berapa lama waktu maksimal ibu hamil boleh berdiri, hanya yang bersangkutan yang dapa mengetahuinya. Kalau sudah merasa pusing dan gelap ibu disarankan mencari tempat yang nyaman untuk duduk atau beristirahat sejenak.

2.2.5 Mengenakan Sepatu Berhak Tinggi

  1. Penggunaan sepatu berhak tinggi tentu berbahaya karena mengganggu konsentrasi titik berat badan atau keseimbangan berat badan yang condong ke depan dan beresiko jatuh karena membawa beban janin.
  2. Kalaupun ibu hamil berhasil menyeimbangkan tubuhnya dengan cara menekuk punggung ke belakang, cara ini cepat membuat ibu pegal-pegal, capek serta tungkai bawah akan mudah kram karena harus menopang bobot tubuh yang semakin berat.
  3. Sebaiknya menggunakan sepatu berhak rendah karena menghindari resiko jatuh.

2.2.6 Menempuh Perjalanan Jauh

Yang perlu diperhatikan :

  1. Ibu hamil jangan terlalu capek atau kelelahan. Memicu konstraksi dini.
  2. Ibu hamil jangan sampai kekurangan cairan / dehidrasi (secara ilmiah, kebutuhan minum ibu hamil 1,5 liter / 24 jam).
  3. Otot rahim dapat mengerut akan menyebabkan kontraksi.
  4. Jika ibu hamil lelah, disarankan berhenti sejenak dan beristirahat.
  5. Berdasarkan pertimbangan medis, kandungan usia 36 minggu tidak boleh bepergian naik pesawat atau kapal karena dikhawatirkan kalahiran bias terjadi setiap saat selama perjalanan.
  6. Naik pesawat bila kondisi udara buruk, ibu menjadi stress.

2.2.7 Melukis

  1. Aktivitas melukis tetap bisa dilakukan selama hamil, tetapi jangan terlalu lama / berlebihan, misalnya sepanjang hari. Cukup 1-2 jam setiap hari karena dikhawatirkan selama melukis bau cat dapat terhirup dalam waktu lama.
  2. Sebaiknya melukis dilakukan di udara terbuka untuk mengurangi terekspos terlalu lama dengan cat.

2.2.8 Bekerja di Depan Komputer

  1. Bekerja di depan komputer boleh saja tetapi jangan terlalu lama.
  2. Sebaiknya setiap 1-2 jam melakukan kegiatan lain, seperti jalan-jalan sebentar atau menggerakkan anggota badan agar tidak muncul keluhan sakit pinggang.

2.2.9 Mandi Malam

  1. Boleh saja mandi malam asal tidak sampai kedinginan.
  2. Bila tidak ingin mandi, minimal membasuh dengan washlap, membersihkan daerah kemaluan, membersihkan daerah lipatan kulit dan mengganti pakaian dalam karena bisa timbul jamur karena wanita hamil sering berkeringat.

2.3 CARA UNTUK MENGURANGI KELETIHAN

Sebenarnya keletihan ini tidak pasti dirasakan oleh semua ibu hamil, atau mungkin sebaga wanita akan merasakan keletihan selama masa kehamilan. Itu semua tergantung individu masing-masing.

2.3.1 Berikut ini cara unuk mengurangi keletihan :

  1. Manjakanlah diri anda. Bila ini adalah kehamilan yang pertama, nikmatilah apa yang menjadi kesempatan terakhir untuk menggunakan waktu memelihara diri sendiri.. Bila ada waktu dan ada keinginan menikmati hiburan akan memberikan perasaan lebih santai dan nyaman.
  2. Biarkan orang lain memanjakan anda. Terimalah tawaran orang tua atau suami untuk menggantikan sebagian pekerjan rumah.
  3. Tidur malam 1 atau 2 jam lebih lama (perbanyak istirahat)
  4. Keletihan dapat diatasi terutama dari pasokan makanan yang masuk
  5. Sebab keletihan dapat terjadi karena input dan output yang tidak seimbang.
  6. Perhatikan lingkungan. Cahaya yang kurang, kualitas udara yang buruk / terlalu banyak suara di rumah dan tempat kerja akan menambah rasa letih.
  7. Bila merasakan keletihan yang berlebihan yang tidak mereda setelah istirahat harus segera dilaporkan ke dokter.
About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: